Camping Ceria Di Kaki Gunung Halimun Salak

Ajakan temen saya untuk ngeliwet menikmati malem minggu di sebuah bukit di daerah Cijeruk tak saya lewatkan begitu saja. Kali ini pun para Kuproy Adventure yaitu Mhumuh, Ricky, Alex dan Fudin akan ikut berpartisipasi meramaikan acara ngeliwet ini. Di sore hari pun temen saya Dede yang kebetulan yang menjadi tuan rumah sudah menyiapkan semua kebutuhan ngeliwet termasuk ayam kampung yang sudah siap untuk dibakar malam nanti. Rencana yang semula abis isya saya berangkat terpaksa mundur karena Jakarta diguyur hujan lebat hingga pukul 21.00. Akhirnya jam 21.30 saya berangkat menuju rumah Dede dan saya pun janjian untuk tikum di Pemda Bogor bersama Mhumuh dan Ricky sementara Fudin dan Alex menyusul nanti. Pukul 23.15 saya pun telah tiba di Pemda, sambil menunggu yang lain datang saya pun menyantap Pecel Lele dahulu karena perut yang sudah mulai merintih. Kenyang sudah, tiba-tiba ada pesan masuk yang memberitahu bahwa Mhumuh dan Ricky sudah di Pemda Bogor dan akhirnya pun kami bertemu dan langsung memutar gas menuju kediaman Dede melewati Batu Tulis. Kami sampai ditempat beliau di daerah Tajur Halang sekitar jam 1 dini hari. Mendengar suara motor kami, Dede pun langsung keluar rumah dengan wajahnya yang sudah lusuh karena menunggu kami yang lama sekali datangnya...Maaf ya De...hehe. Kami pun dibuatkan kopi sambil menunggu teman kami yang lainnya datang. Tiba-tiba ada pesan di Grup WA bahwa motor yang ditunggangi Alex dan Fudin bocor di daerah Pemda. Sepertinya pun kami harus menunggu lebih lama kedatangan mereka. Untuk tidak terlalu lama kami pun langsung berangkat dan menunggu mereka disebuah Indomaret jalur utama Cihideung.
Menunggu di Pemda Bogor 
Menunggu Kedatangan Alex dan Fudin di Indomaret
Setelah lama menunggu akhirnya mereka pun datang sekitar pukul 2.45 lalu kami pun bergegas menuju TKP. Dede pun menjadi RC di depan karena dia yang sudah paham betul daerah sini begitu juga lokasi yang menjadi tujuan kami. Setelah melewati Duren Warso kami pun belok ke kanan menuju Jalan Pasir Pogor, sekitar 1- 2 km kami pun berbelok ke kiri menuju jalan arah Embrio Ternak Sapi. Kami pun menyusuri jalan aspal yang mulai rusak dan berbatu sekitar 1 kilo lalu kami disambut jalan aspal yang mulus menuju lokasi. Setelah mulai dekat gerbang embrio ternak kami pun ambil yang arah kiri dengan jalan tanah setapak yang licin. Kami pun berhati-hati sekali melewatinya dan akhirnya pun kami sampai disebuah bukit. Setelah sampai kami pun sempat kaget pula karena disana sudah banyak tenda yang berjejer rapi, beda sekali dengan beberapa waktu yang lalu ketika pertama kali kami kesini yang masih sepi sekali. Kami pun langsung mencari tempat yang strategis untuk memasang tenda walaupun waktu ketika itu sudah menunjukkan pukul 3.15. Tenda dipasang pun hanya sebuah properti doang untuk difoto...hehe. Setelah tenda terpasang kami pun langsung berfoto-foto ria dengan background kerlap-kerlip kota Bogor yang cantik. Oiya untuk masuk wilayah ini gratis dan tidak ada pungutan liar dari warga sekitar.
Kita pasang tenda dulu bre
Saya narsis juga bareng kebo...hehe
Kerlap Kerli Kota Bogor Yang Indah
Matahari pun sudah mulai menampakkan kehadirannya dengan warna langit yang merah jingga dihiasi dengan pemandangan Gunung Gede Pangrango dari kejauhan, Uh...sungguh indah pagi ini. Dan tampak orang-orang sudah mulai keluar dari tendanya untuk mengabadikan momen ini, banyak juga rombongan yang berselfia ria dengan kamera hpnya.
Mengabadikan momen indah pagi ini
Gunung Gede Pangrango tampak indah dari kejauhan
Pagi hari yang indah
Pemandangan Kota Bogor yang masih diselimuti kabut
Mejeng Dulu ah Motornya...hehe
Landscape Kota Bogor dari bukit ini
Setelah asyik mengabadikan momen pagi ini, gak tahu kenapa kok tiba2 perut terasa ada yang memanggil, sepertinya cacing dalam perut ini sudah tidak tahan lagi...hehe. Kami pun segera memasak dengan bahan2 yang kami bawa sebelumnya dan kami mempercayakan Alex sebagai koki kita pagi ini. Ayam Goreng yang telah dibumbui langsung diceburkan dalam penggorengan yang panas, aroma daging ayam ini membuat perut semakin tidak sabar untuk menyantapnya. Setelah semua matang kami lalu membuat nasi liwet serta menggoreng kerupuk sebagai pelengkap. Alhasil semua pun sudah tersedia lalu kami mencari daun pisang sebagai alas kami makan. Kami pun langsung menyantap hidangan yang super nikmat ini. Gak berlangsung lama makanan pun telah habis tak tersisa..maklumlah Predator semua...hee.
Koki Alex sedang beraksi
Gorengnya yang bener ya...
Makanan sudah siap disantap
Para predator sedang beraksi
Setelah selesai menyantap makanan, ada yang mulai tidur di tenda, maklumlah belum tidur men...hehe dan ada juga yang berburu serangga. Inilah hobi kami yang baru ketika piknik, berburu serangga menggunakan hp dengan lensa tambahan yang kami buat dari lensa kamera bekas. Mari kita lihat penampakannya cekidot...
semut item nih ye

Maaf ya saya lagi PDKT kk

Ngapain kamu lihat-lihat

Ceritanya lagi berantem

Numpang parkir dulu ya om

Mau sarapan dulu kk
Setelah selesai berburu serangga saya pun membuat kopi dan menikmati pagi ini dengan melihat pemandangan yang super indah sedangkan lainnya pun masih tertidur pulas. 
Nyantai dulu gan
Waktu menunjukkan pukul 08.15 dan panas pun mulai terasa menyengat. Saya pun membangunkan teman2 yang lain untuk segera beres-beres. Kami pun langsung membongkar tenda dan membersihkan tempat kami yang singgahi ini.
Beres-beres dulu kita bre
Pukul 09.00 kami pun mulai turun dengan jalan yang berbeda saat kami naik tadi. Kali ini kami akan menuruni bukit dengan jalan tanah setapak yang lumayan licin hingga membuat saya dan teman lainnya pun jatuh. Kami pun sangat hati-hati untuk melewatinya.  Setelah berakhir track tanah kami pun bertemu dengan jalanan aspal terus kami pun mengambil arah kiri dimana dimana nanti akan bertemu jalan utama Cijeruk.
Beginilah bre jalannya

Foto diambil dari bawah
 Setelah bertemu jalan Cijeruk kami langsung berbelok ke kiri menuju kediaman bokap teman saya yaitu Ricky didaerah Cihideung. Tepat jam 10.15 kami pun sampai di sana dan langsung disuguhi minuman dingin oleh Bokap beliau dan sepiring buah pepaya yang memang tinggal memetik di depan rumahnya. Aroma angin yang sepoi sepoi membuat kami tak kuat untuk melepas ngantuk di bale depan rumahnya dan kami pun tertidur pulas. Pukul 13.00 kami pun dibangunkan secara paksa oleh Bokapnya Ricky untuk segera menyantap makan siang, walau mata masih sepet dan ngantuk tapi perut tak mau bohong kami pun langsung menyantapnya dengan lahap dengan lauk khas pedesaan yang memang mantap enaknya. Selesai makan kami pun nyantai sambil ngopi dan melihat para pemuda sekitar sedang asyik mengotak-atik Kincir Angin di sawah samping rumah Bokapnya Ricky. Terlihat banyak kincir angin yang berjejer dengan suara yang nyaring sekali. Oiya Kincir Angin ini sering juga dilombakan loh disana tapi saya tidak tahu di putarannya kah atau di suaranya untuk memenangkannya.

Para Predator hajar terus..
Santap siang dulu masbro
Asyik menikmati suara Kincir Angin
Kincir Angin berjejer rapi
Lama berleyeh-leyeh disini tak terasa waktu menunjukkan jam 5 sore. Kami pun langsung pamit dan bergegas menuju ke rumah Dede untuk mengembalikan barang-barang yang diperlukan tadi untuk memasak. Adzan Maghrib pun berkumandang dan kami tiba dikediaman Dede. Kami pun langsung beristirahat di rumahnya untuk Ishoma. Karena sekitar jam segini jalanan Bogor menuju Jakarta masih macet, akhirnya kami bernegoisasi untuk pulang sekitar jam 9 malam dimana jalanan Bogor sudah mulai renggang dan tidak macet. Rencana pun tinggal rencana yang semula jam 9 malam akan berangkat akhirnya jam 12 malam kami pun berangkatnya...Maklum pada tepar kecapean...hehe. Kami Pun langsung memutar gas menuju Jakarta dan akhirnya jam 2 pagi saya sampai dirumah tercinta.



Previous
Next Post »