One Day Trip ke Curug Sentral (Sukabumi)

Ting Tung Ting Tung, Terdengar suara dari Hpku, ternyata ada BBM dari teman Bikepacker Kaskus yaitu Dede Nursaman yang mau ngajak One Day Trip atau lebih akrab disingkat ODT ke salah satu curug di wilayah Sukabumi yang katanya sih masih belum terkenal yaitu Curug Sentral. Waktu pun ditentukan pada hari Minggu 10 April 2016 jam 08.00 WIB dan tikum di depan pintu Jungle Land, Bogor.

Sinar mentari pagi pun menyapa, waktu pun menunjukkan pukul 06.00, saya pun berpacu dalam lingkaran roda yang terus berputar menuju tikum. Lalu lalang jalanan yang saya lewati pun masih terasa sepi sekali dikarenakan memang masih pagi dan hari libur pula. Asyik menikmati jalanan di pagi hari tak sadar sudah 1 jam setengah saya riding, akhirnya pun saya memutuskan berhenti untuk mengisi perut yang mulai teriak. Satu piring ketoprak pun saya santap dan akhirnya perut pun sudah mulai terdiam. Saya pun melanjutkan perjalanan menujuk titik kumpul yang telah ditentukan. Ya jam 08.10 saya pun sampai ditikum walaupun sedikit telat...hehe. Disana pun sudah ada Dede, Ricky serta boncengannya dan teman dari Dede Nursaman yaitu Irfan.
Sarapan dulu Gan...
Tiba di Tikum
Kami pun langsung tancap gas menuju TKP dengan jalur yang telah kita sepakati yaitu Cihideng-Cigombong-Parung Kuda-KalapaNunggal-Kabandungan. Jalur cihideng yang masih sepi pun asyik untuk cornering dan memacu si kebo lebih kencang lagi. Liak Liuk jalanan dengan udara yang segar akhirnya pun berganti dengan kendaraan yang mulai padat di jalur utama Sukabumi. Tiba di Pasar Cicurug kami pun disambut dengan kemacetan yang memang sudah biasa terjadi disini. Kami pun berbelok menuju arah  Parang Kuda dan mengikuti arahan dari google map menuju lokasi. Di daerah Bojong Gede kami pun meminggirkan kendaraan di salah satu warung makan untuk beristirahat sejenak. Pukul 10.15 kami melanjutkan perjalanan, dan tak sampai 30 menit kami pun sudah sampai di pintu masuk Curug Sentral yang memasuki wilayak Perkebunan Teh Jayanegara. Disana pun sudah ada penjaga yang meminta retribusi sebesar RP. 5000 untuk biaya masuk ke Curug Sentral. Kami pun langsung memarkirkan kendaraan di tempat yang sudah disediakan. Di areal parkir ini sudah disediakan pula fasilitas toilet dan mushola.
Istirahat Sejenak Gan...
Ada plang bertuliskan arah Curug Sentral
PT. Perkebunan Teh Jayanegara Indah
Bayar Masuk ke Curug Sentral
Tempat parkir motor
Restribusi di area wisata Curug Sentral
Setelah memarkirkan kendaraan kami pun langsung berjalan melewati perkebunan teh milik PT. Jayanegara Indah karena memang curug ini termasuk dalam wilayahnya. Kami berjalan santai sambil menikmati kebun teh yang menghampar luas, dan dikelilingi oleh bukit-bukit yang hijau  membuat pikiran menjadi fresh..uh segernya apalagi ditambah suasana langit yang cerah waktu itu. Sekitar 25 menit kami berjalan akhirnya kami pun tiba di Curug Sentral 1. Disana sudah banyak terdapat warung-warung yang menjajakan makanan dan minuman serta bale-bale untuk beristirahat.
Berjalan melewati Perkebunan Teh Jayanegara Indah
Pemandangan diambil dari kebun teh
Dikelilingi bukit nan hijau
Warung-warung sudah terlihat dari perkebunan teh
Akhirnya sampai juga
Curug Sentral 1 terlihat dari kejauhan
Jembatan buat menuju Curug Sentral 1 gan...
Kami pun segera beraksi untuk berfoto-foto ria mengabadikan keindahan curug ini. Curug Sentral ini terletak di Jalan Jayanegara Indah, Kampung Pondok Beureum, Kecamatan Kabandungan, Kabupaten Sukabumi. Asal usul curug ini dinamakan curug sentral karena pada masa penjajahan kolonial Belanda di areal curug ini dijadikan Pembangkit Listrik Tenaga Air (PLTA) dan penduduk sekitar sering menyebut areal ini dengan nama Sentral hingga akhirnya curug ini dinamakan Curug Sentral. Di areal wisata Curug sentral ini terdapat 7 buah curug dalam satu aliran sungai dimana setiap curug hanya dinamakan dengan angka yaitu Curug Sentral 1, Curug Sentral 2 hingga Curug Sentral 7.
Saya pun bernarsis ria di Curug Sentral 1
Pesona Curug Sentral 1
Indahnya Curug Sentral 1
Kami pun tak berlama-lama Curug Sentral 1 ini, kami hanya memgambil foto dan tak sempat untuk mendekati curugnya karena dari kejauhan airnya cukup deras sekali dan tidak cocok sekali untuk berenang dan mandi dibawahnya. Kami pun memutuskan untuk melaju ke Curug Sentral 2 yang berada di atas Curug Sentral 1. Rute menuju Curug Sentral 2 ini cukup menantang karena kita harus melewati tangga yang berupa tanah yang lumayan curam. Untung saja sudah dibuatkan pegangan dari bambu-bambu sehingga memudahkan kami untuk naik keatas. Sudah sampai diatas Curug Sentral 1 kami pun berjalan di pinggiran sungai dengan melewati bebatuan. Selama perjalanan banyak pengunjung yang bermain air ataupun sekedar istirahat melepas lelah. Jalan terus, akhirnya kami sampai disebuah jembatan kayu, dari sini pun sudah terlihat curug sentral 2 tapi kami harus menaiki tangga terlebih dahulu dan berjalan melewati pinggiran tebing yang sempit hingga akhirnya kami sampai di Curug Sentral 2. Berbeda dengan Curug yang pertama, curug ini tidak terlalu tinggi dan air pun cukup deras juga tetapi di bawah curug ini terdapat kolam yang begitu besar yang bisa dipakai untuk berenang. Eitss..harap berhati-hati juga ya buat yang tidak bisa berenang, cukup bermain di pinggirannya saja karena ditengah cukup dalam dan bagi yang suka adrenalin bisa memanjat tebing yang disebelah kiri dan loncat langsung ke kolam, dijamin mantap.
Jalur naik berupa tanah 
Para pengunjung sedang bergantian untuk naik
Pemandangan sungai selama perjalanan
Jembatan sudah didepan mata
Curuk kecil di dekat jembatan
Melewati Jembatan Kayu
Jembatan dan tangga menuju tebing
Akhirnya tiba di Curug Sentral 2
Di kelilingi oleh batuan cadas
Airnya cukup Deras
Main Loncat2an...
Berenang di kolam
Setelah asyik bermain air Pukul 13.00 kami putuskan untuk turun menuju Curug Sentral 1 dan beristirahat disana sambil ngopi2 cantik. Sambil menuju arah pulang, teman kami Si Dede sibuk mengambil beberapa gambar di beberapa spot dengan kamera kesayangannya. Alhasil foto2nya Anda bisa lihat di postingan ini juga. Perjalanan turun memakan waktu yang lebih lama dibanding naik tadi dikarenakan sudah banyak pengunjung yang datang sehingga kami pun bergantian untuk melewati batuan di pinggir sungai. Di tengah perjalanan turun kami pun disapa seseorang yang hendak akan naik, dialah Kang Rusli yang menyapa kami, rupanya dia adalah teman dari Kang Rei dan Kang Priagung. Dia menyapa saya karena melihat saya menggunakan kaos Serdadu Cahaya, dang Kang Rusli pun memang sudah tahu itu karena sempat diajak oleh Kang Rei untuk berpartisipasi dalam kegiatan sebelumnya di Sukabumi. Tak disitu pula dia pun kenal dengan Muhammad Wahyu Nurhuda yang termasuk anak Bikepacker Kaskus juga dikarenakan dulu sempat dalam club  yang sama di Tangerang. Akhirnya Kang Rusli pun tak jadi untuk naik ke Curug Sentral 2 dan kembali turun dengan kami. Pukul 13.30 kami pun tiba di warung dan segera memesan es untuk melepas dahaga. Kami pun mengobrol banyak dengan Kang Rusli mengenai wisata-wisata disekitar sini.
Photographer kita lagi beraksi
Melepas lelah di warung
Tampaknya lelah sekali dia
Setelah letih hilang Pukul 14.00 kami putuskan untuk meninggalkan Curug Sentral. Jalan menyusuri kebun teh akhirnya kami pun tiba di tempat parkir, kami pun langsung mandidan Ishoma. Setelah selesai membersihkan diri kami pun meninggalkan area parkir dan mencari warung nasi unutk mengisi perut yang sudah menjerit. Tak sampai 5 menit kami pun melipir menuju rumah makan dipinggir jalan. Kami pun cukup lama disini karena sambil mencari-cari jalur yang berbeda dari jalur berangkat. Sebelum berangkat kami pun berpamitan dahulu sama Kang Rusli karena nanti kita akan berpisah. Jalurnya pun telah diputuskan akhirnya kami memotong melewati jalan2 kampung yang jalannya masih bebatuan sesekali pun kami bertanya kepada warga untuk memastikan jalur yang kami ambil benar. Kami pun berpisah dengan rekan yang lain yaitu Dede dan Irfan di Cihideung. Sedangkan Saya dan Ricky melanjutkan perjalanan menuju Jakarta. Setelah hampir 5 jam perjalanan, Pukul 21.00 akhirnya pun saya sampai di Jakarta dan menikmati kasur tercinta.

Mengisi perut yang sudah menjerit
Jalan yang masih bebatuan
Sesekali bertanya untuk memastikan jalan
Video Curug Sentral
Previous
Next Post »