Menikmati Segarnya Mata Air Cimincul

Matahari sudah hampir menyapa, waktu menunjukkan pukul 6 pagi, aku pun bergegas mengemas barang-barang dan lanjut memutar gas menuju rumah temanku di Sadang, Purwakarta. 2 jam perjalanan yang ku tempuh dari rumahku menuju Sadang dan akhirnya aku sampai di kediaman temanku yaitu Mang Rama.

Tiba di kediaman Mang Rama
Istirahat sejenak dirumah beliau dan jam 9 kami memutuskan untuk berangkat menuju Mata Air Cimincul, Subang. Seperti biasanya saya pun mengikuti beliau yang memang sudah hafal jalan2 di daerah Purwakarta dan sekitarnya. Oiya selama perjalanan ini Mang Rama menyempatkan berkunjung ke rumah saudaranya yang searah untuk membagikan kartu undangan pernikahan adiknya yang 1 minggu lagi akan melangsungkan ijab kobul. Sambil berkunjung dari satu rumah ke rumah yang lain saya pun diajak untuk melihat sebuah situ di daerah Kasomalang, Subang yaitu Situ Cigayonggong.
Situ Cigayonggong, Desa Kasomalang Wetan, Kecamatan Kasomalang, Subang
Mampir dari rumah satu ke rumah yang lain  tak terasa waktu sudah menunjukkan jam setengah 12 dan saatnya menuju masjid untuk melaksanakan kewajiban Shalat Jumat. Kami pun shalat di sebuah masjid yang berada di Tanjung Siang, Subang. Selesai menunaikan kewajiban kami pun segera melanjutkan perjalanan menuju Mata Air Cimincul yang kebetulan sudah dekat dari sini. Sebelum mencapai lokasi kami mampir sejenak ke rumah makan untuk membeli sebungkus nasi dan lauk. 
Keindahan selama perjalanan
Jam 2 siang kami pun sampai di Sumber Mata Air Cimincul. Suara deras arus sudah terdengar dari sini dan saya lihat dari kejauhan ada beberapa anak kecil yang sedang asyik bermain air di kolam. Kami pun segera mendekati sumber mata air tersebut dan ternyata memang jernih sekali airnya. Saya pun sudah tidak sabar untuk segera menikmati segarnya mata air Cimincul ini. Saya pun segera melepas baju dan langsung nyemplung...hehe. Disini terdapat 2 kolam dimana kolam yang pertama terdapat sumber mata air yang langsung memancarkan air dari dalam tanah dan kolam yang kedua yang dialiri air dari kolam pertama tersebut. Kedalaman kolam disini hanya sekitar 1 meteran.
Kolam pertama yang terdapat sumber mata air
Kolam kedua sebagai penampung air dari kolam yang pertama
Lokasi Parkir Kendaraan di Mata Air Cimincul
Mata Air Cimincul terletak di daerah persawahan Desa Pesanggrahan, Kecamatan Kasomalang, Kabupaten Subang. Cimincul berasal dari dua paduan kata yaitu Cai = air dan Mincul = timbul jadi artinya air yang timbul. Mata air ini sudah lama ada namun menjadi hits akhir-akhir ini karena media sosial. Karena banyak berfoto gaya dua alam yaitu foto setengah dibawah air dan setengah di darat. Di sekitar mata air ini juga terdapat ganggang-ganggang hijau yang mempercantik bila kita foto di bawah airnya.
Foto bawah air di kolam pertama
Banyak terdapat ganggang-ganggang hijau
Video Sumber Mata Air Cimincul

Sudah puas bermain air di mata air ini, kami pun segera menyantap perbekalan yang sudah kami beli sebelumnya. Selesai makan kami pun berbincang-bincang dengan pengelola mata air ini yang kebetulan sedang beristirahat yang sebelumnya sibuk mengeruk tanah untuk memperluas kolam yang kedua. Waktu pun sudah menunjukkan pukul 4 sore kami pun bergegas untuk pulang, tapi sebelum pulang Mang Rama mengajak saya untuk melihat Telaga Cinta. Apa itu Telaga Cinta? penduduk sekitar menyebutnya Telaga Cinta/Love karena bentuk telaga ini menyerupai lambang Love. 
Sampai di Telaga Cinta
Dengan setianya saya pun membuntuti Mang Rama melewati jalan yang belum pernah saya lewati sebelumnya. Mulai jalan halus, rusak, berbatu dan tanah pun kami lewati dan akhirnya kami sampai di Telaga Cinta yang terletak di Kampung Cinangling Desa Sampih Kabupaten Subang. Sampai disini lalu Mang Rama bertemu dengan penjaga Telaga Cinta ini yaitu Pak Ruhiat. Mereka sudah saling kenal karena sebelumnya Mang Rama sudah pernah bercamping disini bersama teman-teman dari Nusantaride. Oiya Telaga Cinta ini dahulunya ingin dijadikan sebuah objek wisata namun terhenti di tengah jalan terlihat dari bungalow yang berada disana yang mulai lapuk dan hampir roboh.
Terdapat bungalow yang sudah melapuk dan rusak

Bentuk Telaga Cinta yang menyerupai Love
Suasana sepi dan diselimuti gerimis membuat saya ingin berlama-lama disini. Kami pun berbincang-bincang mengenai telaga ini dimana Bapak Ruhiat ingin sekali telaga ini terkenal dan banyak pengunjung mendatangi tempat ini. Ya mudah-mudahan saja dengan saya menulis ini banyak yang berkunjung kesana.  Telaga Cinta ini berada di kordinat -6.54861,107.689167.
Senja di Telaga Cinta
Sebelum senja berlalu akhirnya kami putuskan untuk pulang...
Previous
Next Post »